Pada hari ini Senin 17 Maret 2025 Kajian Dzuhur Surau FEB disisi oleh Bapak Dr. Marwan, S.Pd.,M.Si yang dimoderatori oleh Ibu Varselly Nisaa, SE.,M.M. dan pembacaan ayat suci Al-Quran Bapak Ridho Ryswaldi,ST.,M.M. Tema yang bawakan dzuhur kali ini adalah bagaimaan menjaga lisan atau berbicara yang baik.
Firman Allah SWT dalam Surah Thaha ayat 44 ” “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. Ayat ini menekankan pentingnya berbicara dengan lembut dan lemah lembut saat menyampaikan pesan atau nasihat, terutama kepada orang yang keras kepala atau sombong, seperti Fir’aun.
Ayat ini diturunkan dalam konteks perintah Allah kepada Nabi Musa dan Harun untuk menemui Fir’aun dan menyampaikan risalah tauhid. Allah memerintahkan mereka untuk berbicara dengan Fir’aun dengan cara yang lembut dan persuasif, bukan dengan keras atau kasar.
Dari ayat ini kita dapat melihat beberpa hal yang penting kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dinataranya, Pentingnya Berbicara Lembut. Dengan berbicara lembut dapat menghindari Perlawanan, dapat mengurangi kemungkinan orang lain menjadi defensif atau menolak pesan yang disampaikan. Berbicara dengan lembut juga meningkatkan Kemungkinan Penerimaan. Cara berbicara yang lembut dan persuasif dapat membuat pesan lebih mudah diterima dan dipahami. Menunjukkan Kelembutan dan Kebaikan juga mencerminkan akhlak yang baik dan dapat meningkatkan rasa hormat dan kepercayaan dari orang lain.
Salah satu kisah yang dapat dilihat dari kisah Nabi Musa dan Harun. Nabi Musa dan Harun mengikuti perintah Allah dan berbicara dengan Fir’aun dengan lembut, meskipun Fir’aun sangat keras kepala dan sombong. Surah Thaha ayat 44 mengajarkan kita untuk selalu berbicara dengan baik dan lembut, terutama saat menyampaikan nasihat atau pesan penting kepada orang lain.
