Pada hari ini Selas 18 Maret 2025 Kajian Dzuhur Surau FEB disisi oleh Bapak Prof. Dr. Efrizal Syofyan, SE.,M.Si.,AK yang dimoderatori oleh Ibu Khairen Niza Mefid, S.Kom, MTI  dan pembacaan ayat suci Al-Quran Bapak Ilham Thaib, SE.,M.M. Tema yang bawakan dzuhur kali ini adalah Ikhlas

Berangkat dari firman Allah SWT dalam surat Albayinah ayat 5 yang artinya ” Mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus,” dalam ayat ini menekankan pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan mengikuti ajaran agama yang lurus

Apa itu Ikhlas, Ikhlas dapat diartikan sebagai  sikap tulus, bersih hati, dan tanpa pamrih. Dalam konteks agama Islam, ikhlas berarti keikhlasan hati dalam beribadah kepada Allah SWT.  Kata Ikhlas dalam Bahasa Arab yaitu “kha-la-sha” yang berarti bersih, murni, atau jernih. Ciri-ciri Orang Ikhlas Tidak suka dipuji, Tidak berambisi menjadi pemimpin, Mendengarkan nasehat, Menganggap sama pujian dan hinaan. 

Ikhlas memiliki Tingkatan diantaranya, Tingkatan tertinggi, yakni membersihkan atau menyembunyikan amal dari perhatian orang lain. Tingkatan menengah, yakni beramal semata-mata karena Allah. Tingkat terendah, yakni beramal karena Allah semata dengan berharap balasan di dunia.

Ikhlas dapat di katakan dan  disimpulkan dalam dua kata  Lakukan dan Lupakan. Ada ulama yang mengatakan untuk hal-hal yang wajib tidak apa apa disampaikan kepada orang ramai sebagai bentuk motivasi misalnya ketika menunaikan ibadah haji. Untuk dalam ibadah sunat disarankan kita lakukan  hanya allah SWT yang tahu.

Melatih Ikhlas dalam kehidupan sehari-hari dengan cara jangan mau dilihat orang ibadah kita, jangan takut di puji atau di caci orang lain. Kemudian mengapa perlu berlaku iklas untuk mendapatkan ridho allah, segala sesuatu di niatkan karena allah. Kemudian untuk menghindarkan rasa RIA. Untuk meningkatkan kesabaran kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top