LEMBAR KERJA ELEKTRONIK EVALUASI ZONA INTEGRITAS (ZI) MENUJU WBK/WBBM

PENILAIAN    Keterangan  
A.PENGUNGKIT        
 I.PEMENUHAN        
  1.Manajemen Perubahan       
   iPenyusunan Tim Kerja       
    12a. Unit kerja telah membentuk tim untuk melakukan pembangunan Zona Integritas       
    12b. Penentuan anggota Tim dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelas       
   iiRencana Pembangunan Zona Integritas       
    12a. Terdapat dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM       
    12b. Dalam dokumen pembangunan terdapat target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan WBK/WBBM       
    12c. Terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan WBK/WBBM       
   iiiPemantauan dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM       
    12a. Seluruh kegiatan pembangunan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana       
    12b. Terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona Integritas       
    12c. Hasil Monitoring dan Evaluasi telah ditindaklanjuti       
   ivPerubahan pola pikir dan budaya kerja       
    12a. Pimpinan berperan sebagai role model dalam pelaksanaan Pembangunan WBK/WBBM       
    12b. Sudah ditetapkan agen perubahan       
    12c. Telah dibangun budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi       
    12d. Anggota organisasi terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM       
  2.Penataan Tatalaksana       
   iProsedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama       
    12a. SOP mengacu pada peta proses bisnis instansi       
    12b. Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkan       
    12c. Prosedur operasional tetap (SOP) telah dievaluasi       
   iiSistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)       
    12a. Sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi       
    12b. Operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasi       
    12c. Pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi informasi       
    12d. Telah dilakukan monitoring dan dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik       
   iiiKeterbukaan Informasi Publik       
    12a. Kebijakan tentang keterbukaan informasi publik telah diterapkan       
    12b. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik       
  3.Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur       
   iPerencanaan Kebutuhan Pegawai sesuai dengan Kebutuhan Organisasi       
    12a. Kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatan       
    12b. Penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan       
    12c. Telah dilakukan monitoring dan dan evaluasi terhadap penempatan pegawai rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerja       
   iiPola Mutasi Internal       
    12a. Dalam melakukan pengembangan karier pegawai, telah dilakukan mutasi pegawai antar jabatan       
    12b. Dalam melakukan mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan       
    12c. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja       
   iiiPengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi       
    12a. Unit Kerja melakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensi       
    12b. Dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi pegawai, telah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai       
    12c. Tingkat kesenjangan kompetensi pegawai yang ada dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatan       
    12d. Pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya       
    12e. Dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi, unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai (seperti pengikutsertaan pada lembaga pelatihan, in-house training, coaching, atau mentoring)       
    12f. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja       
   ivPenetapan Kinerja Individu       
    12a. Terdapat penetapan kinerja individu yang terkait dengan perjanjian kinerja organisasi       
    12b. Ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya       
    12c. Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik       
    12d. Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward       
   vPenegakan Aturan Disiplin/Kode Etik/Kode Perilaku Pegawai       
    12a. Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/diimplementasikan       
   viSistem Informasi Kepegawaian       
    12a. Data informasi kepegawaian unit kerja telah dimutakhirkan secara berkala       
  4.Penguatan Akuntabilitas       
   iKeterlibatan Pimpinan       
    12a. Unit kerja telah melibatkan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan perencanaan       
    12b. Unit kerja telah melibatkan secara langsung pimpinan saat penyusunan penetapan kinerja       
    12c. Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala       
   iiPengelolaan Akuntabilitas Kinerja       
    12a. Dokumen perencanaan kinerja sudah ada       
    12b. Perencanaan kinerja telah berorientasi hasil       
    12c. Terdapat penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU)       
    12d. Indikator kinerja telah telah memenuhi kriteria SMART       
    12e. Laporan kinerja telah disusun tepat waktu       
    12f. Laporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerja       
    12g. Terdapat sistem informasi/mekanisme informasi kinerja       
    12h. Unit kerja telah berupaya meningkatkan kapasitas SDM yang menangangi akuntabilitas kinerja       
  5.Penguatan Pengawasan       
   iPengendalian Gratifikasi       
    12a. Telah dilakukan public campaign tentang pengendalian gratifikasi       
    12b. Pengendalian gratifikasi telah diimplementasikan       
   iiPenerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)       
    12a. Telah dibangun lingkungan pengendalian       
    12b. Telah dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakan       
    12c. Telah dilakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi       
    12d. SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait       
   iiiPengaduan Masyarakat       
    12a. Kebijakan Pengaduan masyarakat telah diimplementasikan       
    12b. pengaduan masyarakat dtindaklanjuti       
    12c. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat       
    12d. Hasil evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti       
   ivWhistle-Blowing System       
    12a. Whistle Blowing System telah diterapkan       
    12b. Telah dilakukan evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System       
    12c. Hasil evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti       
   vPenanganan Benturan Kepentingan       
    12a. Telah terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama       
    12b. Penanganan Benturan Kepentingan telah disosialisasikan/internalisasi       
    12c. Penanganan Benturan Kepentingan telah diimplementasikan       
    12d. Telah dilakukan evaluasi atas Penanganan Benturan Kepentingan       
    12e. Hasil evaluasi atas Penanganan Benturan Kepentingan telah ditindaklanjuti       
  6.Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik       
   iStandar Pelayanan       
    12a. Terdapat kebijakan standar pelayanan       
    12b.Standar pelayanan telah dimaklumatkan       
    12c. Dilakukan reviu dan perbaikan atas standar pelayanan       
    12d. telah melakukan publikasi atas standar pelayanan dan maklumat pelayanan       
   iiBudaya Pelayanan Prima       
    12a. Telah dilakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan dan/atau kompetensi tentang penerapan budaya pelayanan prima       
    12b. Informasi tentang pelayanan mudah diakses melalui berbagai media       
    12c. Telah terdapat sistem pemberian penghargaan dan sanksi bagi petugas pemberi pelayanan       
    12d. Telah terdapat sistem pemberian kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar       
    12e. Terdapat sarana layanan terpadu/terintegrasi       
    12f. Terdapat inovasi pelayanan       
   iiiPengelolaan Pengaduan       
    12a. Terdapat media pengaduan dan konsultasi pelayanan yang terintegrasi dengan SP4N-Lapor!       
    12b. Terdapat unit yang mengelola pengaduan dan konsultasi pelayanan       
    12c. Telah dilakukan evaluasi atas penanganan keluhan/masukan dan konsultasi       
   ivPenilaian Kepuasan terhadap Pelayanan       
    12a. Telah dilakukan survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan       
    12b. Hasil survei kepuasan masyarakat dapat diakses secara terbuka       
    12c. Dilakukan tindak lanjut atas hasil survei kepuasan masyarakat       
   vPemanfaatan Teknologi Informasi       
    12a. Telah menerapkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan       
    12b. Telah membangun database pelayanan yang terintegrasi       
    12c. Telah dilakukan perbaikan secara terus menerus       
 II.REFORM        
  1.Manajemen Perubahan       
   iKomitmen dalam perubahan       
    a. Agen perubahan telah membuat perubahan yang konkret di Instansi (dalam 1 tahun)
– Isi Jumlah Agen Perubahan
– Isi Jumlah Perubahan yang dibuat
       
    b. Perubahan yang dibuat Agen Perubahan telah terintegrasi dalam sistem manajemen       
   iiKomitmen Pimpinan       
    a. Pimpinan memiliki komitmen terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi, dengan adanya target capaian reformasi yang jelas di dokumen perencanaan       
   iiiMembangun Budaya Kerja       
    a. Instansi membangun budaya kerja positif dan menerapkan nilai-nilai organisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari       
  2.Penataan Tatalaksana       
   iPeta Proses Bisnis Mempengaruhi Penyederhanaan Jabatan       
    a. Telah disusun peta proses bisnis dengan adanya penyederhanaan jabatan       
   iiSistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang Terintegrasi       
    a. Implementasi SPBE telah terintegrasi dan mampu mendorong pelaksanaan pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien       
    b. Implementasi SPBE telah terintegrasi dan mampu mendorong pelaksanaan pelayanan internal organisasi yang lebih cepat dan efisien       
   iiiTransformasi Digital Memberikan Nilai Manfaat       
    a. Transformasi digital pada bidang proses bisnis utama telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal       
    b. Transformasi digital pada bidang administrasi pemerintahan telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal       
    Transformasi digital pada bidang pelayanan publik telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal       
  3.Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur       
   iKinerja Individu       
    a. Ukuran kinerja individu telah berorientasi hasil (outcome) sesuai pada levelnya       
   iiAssessment Pegawai       
    a. Hasil assement telah dijadikan pertimbangan untuk mutasi dan pengembangan karir pegawai       
   iiiPelanggaran Disiplin Pegawai       
    a. Penurunan pelanggaran disiplin pegawai       
  4.Penguatan Akuntabilitas       
   iMeningkatnya capaian kinerja unit kerja       
    a. Persentase Sasaran dengan capaian 100% atau lebih       
   iiPemberian Reward and Punishment       
    a. Hasil Capaian/Monitoring Perjanjian Kinerja telah dijadikan dasar sebagai pemberian reward and punishment bagi organisasi       
   iiiKerangka Logis Kinerja       
    a. Apakah terdapat penjenjangan kinerja ((Kerangka Logis Kinerja) yang mengacu pada kinerja utama organisasi dan dijadikan dalam penentuan kinerja seluruh pegawai?       
  5.Penguatan Pengawasan       
   iMekanisme Pengendalian       
    a. Telah dilakukan mekanisme pengendalian aktivitas secara berjenjang       
   iiPenanganan Pengaduan Masyarakat       
    a. Persentase penanganan pengaduan masyarakat       
   iiiPenyampaian Laporan Harta Kekayaan       
    Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)       
    Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN)       
  6.Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik       
   iUpaya dan/atau Inovasi Pelayanan Publik       
    a. Upaya dan/atau inovasi telah mendorong perbaikan pelayanan publik pada:
1. Kesesuaian Persyaratan
2. Kemudahan Sistem, Mekanisme, dan Prosedur
3. Kecepatan Waktu Penyelesaian
4. Kejelasan Biaya/Tarif, Gratis
5. Kualitas Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan
6. Kompetensi Pelaksana/Web
7. Perilaku Pelaksana/Web
8. Kualitas Sarana dan prasarana
9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan
       
    b. Upaya dan/atau inovasi pada perijinan/pelayanan telah dipermudah:
1. Waktu lebih cepat
2. Pelayanan Publik yang terpadu
3. Alur lebih pendek/singkat
4 Terintegrasi dengan aplikasi
       
   iiPenanganan Pengaduan Pelayanan dan Konsultasi       
    Penanganan pengaduan pelayanan dilakukan melalui berbagai kanal/media secara responsive dan bertanggung jawab       
TOTAL PENGUNGKIT       
 
B.HASIL        
 1.BIROKRASI YANG BERSIH DAN AKUNTABEL       
   a. Nilai Survey Persepsi Korupsi (Survei Eksternal)       
   b. Capaian Kinerja Lebih Baik dari pada Capaian Kinerja Sebelumnya       
 2.PELAYANAN PUBLIK YANG PRIMA       
   a. Nilai Persepsi Kualitas Pelayanan (Survei Eksternal)     
Scroll to Top